Rabu, 06 April 2016

A Path to International Collaboration: Mahasiswa UIN Suka goes to USA, Hongkong, dan Srilanka.

Mozilla Summit merupakan pertemuan rutin yang diadakan Mozilla Foundation guna mengumpulkan para kontributor dari seluruh dunia. Pada pertemuan itu para Mozillianz (Panggilan kontributor Mozilla) berdiskusi dan merumuskan strategi mengenai perkembangan teknologi khususnya Internet. Selain itu Mozilla Summit jadi ajang ngoprek (menulis kode) bersama bagi para engineer-engineer kontributor Mozilla.
Mozilla merupakan projects non-profit terbesar dalam bidang Internet. Banyak para praktisi dan ahli berkumpul dan berkontribusi di Mozilla. Brendan Eich, merupakan inisiator bahasa pemrogramman Javascript yang sekaligus menjadi CTO dari Mozilla Corporation. Bahasa pemrogramman dinamis yang ditulis untuk Web.
Mozilla Summit 2013 diselenggarakan di 3 lokasi, salah satunya Santa Clara, California. Pada kesempatan itu salah satu mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Aji Kisworo Mukti (@Cengkarux) ikut berpartisipasi dalam ajang pertemuan kontributor itu. Dia merupakan salah satu kontributor Mozilla Project dari Indonesia.

Aji Kisworo Mukti dan Brendan Eich
“Kemarin kami berdiskusi hal yang terlalu baru menurut saya, seperti HTML 5" Kata Aji, mengungkapkan begitu kagumnya pada pertemuan itu.
“Saya juga bertemu dengan orang Wikipedia bernama Amir Aharohi, dia menulis traditional script (Aksara) Bahasa Jawa untuk Firefox dan Wikipedia. Orang yahudi, bertempat tinggal di Yerrusalam. Dia kemarin berpesan untuk menyampaikan hal tersebut kepada orang Jawa disini.”
Mozilla Summit selanjutnya akan diselenggarakan tahun 2016. Melalui ajang seperti ini diharapkan pembaharuan tentang teknologi di UIN Sunan Kalijaga khususnya dan di Indonesia pada umumnya selalu beriringan dengan yang terjadi di Dunia, karena sebenarnya kita bisa menjadi bagian dari perkembangan teknologi itu sendiri.
UIN Sunan Kalijaga Goes to Hongkong
HONGKONG - Kelanjutan dari acara Blackberry Jam Camp yang diikuti oleh 11 mahasiswa Teknik Informatika pada 4 -5 Juli di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat adalah terpilihnya 2 mahasiswa Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga untuk berangkat ke event lebih besar yaitu Blackberry Jam Asia di Hongkong.
Aplikasi MyFridge telah selesai dibuat oleh mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga yang dapat diunduh di BlackBerry World http://appworld.blackberry.com/webstore/content/34825889 melalui device blackberry Z10/Q10. Aplikasi ini telah meloloskan mereka dalam penilaian regional Indonesia. Pada akhirnya mereka berhak mendapatkan full tiket dan akomodasi ke event Blackberry Jam Asia di Hongkong, 27-29 September 2013.
BlackBerry Jam Asia kali ini diselenggarakan di Asia World Expo, Hongkong. Acara ini adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh BlackBerry sebagai dukungan bagi developer dan yang terlibat di pengembangan aplikasi BlackBerry. Mahasiswa UIN Sunan kalijaga Siska Restu Anggraeny Iskandar (@Siskarestu) dan Najib Abdillah (@Najib_Abdillah) dan didampingi dosen Aulia Faqih Rifa’i, M.Kom (@auliafaq) dari Teknik Informatika.
Dalam acara tersebut, UIN Sunan Kalijaga berkesempatan untuk memperluas jaringan dengan terhubung dengan beberapa kampus lainnya di Asia seperti Gordon College di Filipina, Berbincang dengan pengembang dari official blackberry serta berbincang santai dengan Vice President Developer Relation untuk BlackBerry yaitu Alec Saunders.
A Trophy From Sri Lanka
COLOMBO – Tim dari lendabook menerima award dari World Summit Youth Award dan menghadiri penyerahan award tersebut di Colombo, Sri Lanka pada tanggal 26 October 2013. Tim lendabook yang diwakili oleh Muhammad Iqbal (Universitas Indonesia), Yunus Kuntawi Aji (Alumni Universitas Indonesia), Ahmad Syarif Afandi (Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga), Sendy Aditya Suryana (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga) dan Siska Restu Anggraeny Iskandar (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga) bertolak dari Indonesia menuju Sri Lanka pada tanggal 22 Oktober 2013.
Lendabook menjadi salah satu winner dari kategori Create Your Culture dengan tujuan mengembangkan budaya membaca di kalangan anak muda dengan cara menyediakan media sosial untuk saling pinjam-meminjamkan buku.
Selama di Colombo, lendabook mengikuti acara yang diselenggarakan oleh ICTA (Ideas Actioned Sri Lanka) sebagai penyelenggara acara, diantaranya acara pembukaan yang dihadiri Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa, presentasi dari delegasi World Summit Award, fishbowl dengan para pembicara, dan gala dinner beserta penyerahan award itu sendiri.
Dalam acara ini, team Lendabook berkesempatan bertemu dengan orang-orang sukses dalam techno-entrepreneurship dan berkesempatan mempromosikan project dan meninjau ulang seperti apa Business Model yang tepat agar project dapat berkesinambungan serta berkesempatan mendapat workshop yang nantinya akan berguna untuk melanjutkan project ini.
Berikut adalah daftar pemenang dari 6 kategori yang telah ditentukan:
  1. Fight Poverty, Hunger and Disease!
    - Yomken.com - Egypt
    - Diabetes.bh - Bahrain
    - Friends2Support.org - India
  2. Education for All!
    - The LISTA Initiative - Serbia
    - Callenge: Youth - Slovenia
    - iScuela - India
  3. Power 2 Women!
    - Get Water! - Canada
    - Connecting for my health - Guatemala
    - The African Queens - Tanzania
  4. Create your Culture!
    - You Are What You Post - Mexico
    - Lendabook - Indonesia
    - Jerry Do It Together - France
  5. Go Green!
    - Viadedo - Paraguay
    - Book for Book - Greece
    - Wiithaa - France
  6. Pursue Truth!
    - B The media & Kalabash - Zimbabwe
    - Social Cops - India
    - YES AYV Creative Yout Media Project - Sri Lanka

Sumber ; UIN SUKA

Tiga Bayangan: Pentas Pra-produksi Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sebagai tempat sumber ilmu pengetahuan dan pencetakan kader intelektual muda, kampus yang di dalamnya ada komunitas teater seharusnya memberi lampu terang sebagai pencerah bagi masyarakat di sekitarnya. Keberadaan teater kampus merupakan wujud kepedulian akan pelestarian seni dan budaya daerah.
Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sudah ikut serta dalam upaya edukasi masyarakat lewat pementasan teater dengan tema “Tiga Bayangan” di Gelanggang Mahasiswa UIN Suka, Sabtu (2/4) kemarin. Pertunjukan ini merupakan sebuah proyek penciptaan teater pra-produksi Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pimpinan Produksi Suryadin Abdullah mengatakan, pertunjukan ini mengangkat tentang waktu. Keberadaan teater kampus yang istimewa karena perkembangan wacana dan di sana sangat komplek dengan banyaknya mahasiswa yang beragam. “Pertunjukan ini merupakan awal agenda kegiatan pentas produksi, dan sebagai cerminan uin bagaimana membangun kampus untuk peduli terhadap seni dan kebudayaan” tutur Suryadin.
Suryadin menambahkan pementasan ini diperankan oleh 11 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Proyek ini menekankan pada pencarian dan penjelajahan ide, konsep, dan bentuk artistik panggung. “Kami tidak menyangka seluruh tribun akan penuh sesak dengan penonton, dan itu artinya masyarakat umum khususnya mahasiswa sudah sadar kondisi sekarang ini “ kata Suryadin.
Pada pentas Tiga Bayangan, Teater Eska mempersembahkan tiga repertoar dari tiga sutradara yang disatukan dalam satu panggung. Masing-masing repertoar berjudul “Jamais Vu” dengan sutradara Jauhara N. Azzadine, “Neosamting (Blues Tanpa Minor Harmonik)” yang disutradarai Muhamad Saleh, dan “Persoalan Hidup dan Beberapa Pertanyaan Payah” garapan sutradara Lailul Ilham.
Tiga repertoar ini menawarkan sudut pandang dalam melihat kenyataan sosial kita hari ini. Tawaran tersebut merupakan bentuk upaya mendialogkan antara gagasan pertunjukan dengan kenyataan yang sedang berlangsung di sekitar kita. Sudut pandang tersebut bermuara pada relasi disiplin seni teater dan keterlibatan kita sebagai manusia. Di panggung, Teater Eska tidak hanya mempertontonkan akting, namun juga tebaran wacana atas isu-isu yang akrab di sekitar kita.
Dalam “Jamais Vu” misalnya, ia mengambil spirit absurdisme dalam khazanah filsafat dan seni di Barat. Sementara repertoar “Neosamting (Blues Tanpa Minor Harmonik)” mengetengahkan sebuah pergulatan panjang dan melelahkan manusia dalam menciptakan sesuatu yang baru. Adapun karya Lailul Ilham yang berjudul “Persoalan Hidup dan Beberapa Pertanyaan Payah” ini hendak menampilkan ketimpangan sosial di masyarakat.


Sumber : UIN SUKA